Tolaki

LULO-MALULO (Tolaki/SULTRA)

NO PEIA KARANDU TINONI TAWA_TAWA

LUWAAKO TO’ONO ME’AMBO PENAO’NO

I POLULO’A, TEPODE’A

I POLULO’A, PESABEA’A

I POLULO’A, TEPOSUA’A

I POLULO’A, TEPOROMBU’A

LULO-MOLULO MO’ ESE-ESE

LULO-MOLULO ME’ KAI-KAI

LULO-MOLULO ME’ PALI-PALI

LULO-MOLULO MERONGA-RONGA

Tolaki merupakan salah satu kelompok etnis mayoritas di Sulawesi bagian tenggara. Bahasa mereka disebut Bahasa Tolaki, dan masyarakatnya juga dikenal dengan nama itu. Mereka tidak menjadi bingung dengan Lolak di Sulawesi bagian utara.

Tolaki terdiri atas beberapa sub-kelompok, termasuk Bingkokak. Sedikit saja yang diketahui tentang gaya hidup dan budaya mereka, tetapi diduga bahwa cara hidup mereka sangat mirip dengan etnis tetangga mereka, Pancana dan Maronene.

Sulawesi merupakan sebuah pulau dengan panjang garis pantai sekitar 3.500 mil, terdiri atas empat semenanjung utama yang terpisahkan oleh teluk dalam, dengan dua semenanjung mengarah ke selatan dan dua lainnya ke utara. Di bagian selatan pulau ini terdapat salah satu gunung tertinggi, yaitu Gunung Lompobatang, sebuah gunung api pasif yang mencapai ketinggian 9.419 kaki. Meskipun beriklim tropis, daerah ini dipengaruhi oleh ketinggian dan kedekatan dengan laut.

Bagi orang Tolaki, padi-padian yang tumbuh di ladang menjadi makanan pokok, tetapi mereka juga menanam ubi jalar, tebu, aneka macam sayuran, tembakau, dan kopi. Rumah mereka yang umumnya berbentuk rumah panggung tersebar diantara lahan-lahan yang telah dibuka. Rumah-rumah tersebut umumnya terbuat dari daun nipa yang dianyam dan memiliki atap yang tinggi.

Perbedaan kelas sosial, dengan bangsawan atas, bangsawan bawah serta masayarakat biasa, masih dipegang teguh oleh kebanyakan komunitas di Sulawesi. Tiap kelas sosial biasanya memiliki cara bersikap mereka sendiri, diantara berbagai macam budaya dan tradisi. Wilayah dibagi menjadi desa, dan hak pemanfaatan lahan diatur oleh lembaga desa. Akan tetapi, lembaga tersebut pada akhirnya memegang kepemilikan atas lahan.

Tradisi perkawinan etnis Tolaki mensyaratkan pembayaran kepada keluarga Si gadis pada saat pertunangan dan perkawinan. Nilai mahar tergantung pada tingkatan sosial dari Si pemuda. Sebelum perkawinan, pemuda tersebut harus melayani dan menjalani masa percobaan dengan calon mertuanya, dan persyaratan ini memperkuat tingkatan pertunangan yang lebih tinggi. Dahulu, para budak dan turunan mereka tidak diperbolehkan kawin satu sama lain, meskipun mereka bisa hidup bersama. Juga, perempuan bangsawan tidak boleh menikah dengan orang jelata. Poligami (memiliki istri lebih dari satu) umum terjadi antar bangsawan, tetapi sekarang tidak lagi dilakukan.

Saat ini, lebih dari 8 juta petani Indonesia tidak memiliki lahan. Bagi mereka yang ingin pindah dari daerah padat penduduk ke daerah yang terbelakang pembangunannya, pemerintah menawarkan lahan gratis, perumahan, dan bantuan lainnya.

Islam merupakan agama dominan di Indonesia saat ini dan dijalankan bagi kebanyakan penduduknya. Hindu, tersebar luas di nusantara sebelum abat keempat, dan sekarang hanya tinggal dijalankan oleh sejumlah kecil penduduk, terutama di Pulau Bali. Sekitar 13% dari total penduduk Indonesia beragama Kristen, utamanya Protestan, dan banyak etnis China memeluk agama Buddhist-Taoist. Animisme (kepercayaan akan benda-benda non-manusia memiliki roh) dianut oleh suku-suku yang tinggal di daerah terpencil.

Islam telah dominan sejak tahun 1600-an, dan etnis Tolaki pada prakteknya merupakan Muslim Sunni . Akan tetapi, kepercayan tradisonal masih amat penting, terutama kepercayaan akan roh jahat. Hanya sekitar 1% masyarakat Tolaki beragama Kristen.

— joshuaprohect.net —

3 thoughts on “Tolaki

  1. ida mengatakan:

    okemi bangona iloveyou tolaki

  2. Farjan Ryo Ajy mengatakan:

    Komen sedikit untuk artikel ini.
    Tp sbelumx perkenalkanlah
    Nama saya Parjan. Saya dan keluarga adalah suku bangsa jawa yang kebetulan tinggal di daerah Tolaki. Semua yang di ungkapkan dalam artikel ini adalah benar, namun ada sedikit koreksi yang ingin saya sampaikan.
    Suku Tolaki memang ada di wilayah Sulawesi, namun bukan Sulawesi Selatan. Yang benar adalah suku Tolaki adalah suku asli di wilayah Sulawesi Tenggara. Yang tersebar dari perbatasan Sulawesi selatan dan sulawesi tengah hingga terus ketenggara ke pesisir pantai Kendari. Itulah sedikit yang saya tau tentang suku Tolaki selama hidup di SULTRA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s