Pelopor Nasyid di Lima Benua

NAMA Mawaddah, boleh jadi sudah cukup akrab di telinga sebagian besar umat Islam. Pasalnya, sebutan mawaddah kerapkali digandengkan dengan kalimat nasihat lainnya seperti sakinah mawaddah wa rahmah. Di Malaysia, nama Mawaddah digunakan untuk grup nasyid yang personelnya adalah muslimah atau perempuan. Mereka, adalah jemaah Rufaqa (dulu Darul Arqam-pen.) Selain Mawaddah, ada pula grup nasyid bernama Remaja Harapan. Menurut pengamat nasyid, Adjie Esa Poetra, jemaah Rufaqa tercatat sebagai jemaah pelopor bagi penyebaran musik nasyid di Indonesia. “Dulu, nama jemaahnya Darul Arqam. Saya ingat betul, Darul Arqamlah yang memberi contoh tentang nyanyian bernuansa islami pada tahun 1990-an di berbagai negara,” ujar Adjie Esa. Grup nasyid Mawaddah ini, ungkap Adjie Esa, sekarang cukup dikenal oleh umat Islam internasional. Karena sering tampil di berbagai tempat, seperti di kawasan Timur Tengah, di Indonesia, Malaysia, Thailand, Malaysia, Australia, AS, Eropa, dan lainnya.  Pengurus grup nasyid Mawaddah, Ustaz H. Fairuz Abady, Lc. mengatakan, grup nasyid Mawaddah ada juga di sejumlah negara. Mereka merupakan alumni lembaga pendidikan nasyid di Bandar Country Homes (BCH) Kota Rawang Selangor Darul Ehsan Malaysia.  “Apabila personel Mawaddah yang asal Malaysia tak sempat tampil di negara tertentu karena kesibukannya, maka, personel nasyid Mawaddah di negara yang terdekat yang menggantikannya. Toh, mereka kualitasnya sama karena sama-sama alumni pendidikan nasyid di BCH Kota Rawang,” tutur Fairus Abadi. * * SALAH seorang tokoh jemaah Rufaqa, Dr. Abdurrahman Risdam Effendy menyebutkan, grup nasyid Mawaddah dan Remaja Harapan sering menggubah sajak-sajak pimpinan jemaah Rufaqa, Ustaz Haji Abuya Ashaari At Tamimi. “Dulu, ketika era Darul Arqam, Abuya Ashaari sering nyanyi lagu-lagu nasyid bersama anaknya. Sejumlah kaset lagunya sempat tersebar di tengah masyarakat. Kini, Abuya Ashaari hanya menulis sejumlah lirik lagu untuk dinyanyikan oleh grup nasyid Mawaddah dan Remaja Harapan,” tutur Abdurrahman Risdam. Pernyataan senada dikemukakan sejumlah personel Mawaddah ketika “PR” mengunjungi “dapur” rekamannya di BCH Kota Rawang Selangor Malaysia, baru-baru ini. Di lokasi tersebut, sejumlah personel Mawaddah sedang memperoleh pelajaran teori dan berlatih memantapkan penampilannya. Di antara mereka ada yang sedang berlatih menyanyikan kembali album terbarunya berjudul “Sayangi Tuhan”. Album ini merupakan hasil kerja sama Persatuan Pelajar-pelajar Timur Tengah, Berwawasan Brunei, Mawaddah Malaysia, Mawaddah Indonesia, Mawaddah Australia, dan Kelab Kebudayaan Pelajar-pelajar Malaysia.  Lagu-lagunya di dalam album tersebut, umumnya bernuansa ketuhanan dengan logat bahasa Malaysia, yakni “Bila Tuhan Tak Ditakuti”, “Inilah Dia Allah”, “Rasai Kehebatan Tuhan”, “Terima Kasih Tuhan”, “Luruskan Hatiku Tuhan”, “Kupinta Redha-Mu”, dan “Selawat”. Di BCH Kota Rawang, sering pula berlangsung pelatihan grup nasyid Remaja Harapan. Dari lokasi itu, lahir sejumlah album yang voKal utamanya Kelvin Ikhwan, Saifuz Zaky, dan Adi Umar. Lagunya antara lain berjudul “Lampion” yang meliputi “Baiknya Tuhan”, “Islam Te Chin Can”, “Anugerah Cinta”, “Hati tak Pernah Dusta”, “Yong Ai (Cinta Agung)”, “Harapan pada-Mu Tuhan”, “Tuhan Yang Esa”, dan “Shalawat”. Selain lagu tersebut, juga ada album “Doa untuk Indonesia”, “Indonesia Negara Tercinta”, “Rintihan Hati”, “Merdeka”, “Muda-Mudi”, “Masyarakat Madani”, “Jauhi Narkoba”, “Sayunya Hatiku”, “Mendapat Pemimpin”, “Cinta Dunia”, “Tsunami”, “Ya Nabi Salam ‘Alaika”. 

Dalam lagu “Doa untuk Indonesia”, personel Remaja Harapan melantunkan lirik berbunyi: Jadikanlah Indonesia negara contoh/setidaknya bagi negara contoh seluruh Asia/jadikanlah Indonesia negara aman makmur dan mendapat keampunan Tuhan/Yang mana ia berjalan di dalam suasana Alquran dan Assunah/Itulah cita-cita kami ya Allah ya Tuhan kami/kabulkanlah permintaan dan hajat kami/sesuai dengan cita-cita pemimpin negara ini/untuk membangunkan negara aman makmur/dunianya maju dan cahaya akhiratnya lebih-lebih lagi….// (Achmad Setiyaji/”PR”)***

2 thoughts on “Pelopor Nasyid di Lima Benua

  1. bahri fauzal mengatakan:

    Assalamualaikum?
    Alhamdulillah, dengan adanya group nasyid MAWADDAH
    insyaallah, Allah akan selalu meridhoi syair-syair nasyid mawaddah ini yang mempunyai arti dan makna yang cukup dalam. yang dimana akan selalu menegakan nilai-nilai Islami. Insya allah! Allahuakhbar………..!

  2. bahri fauzal mengatakan:

    Pertanyaan saya :
    1. Sampai tahun 2008 ini, Group nasyid MAWADDAH sudah berapa banyak keturunan/ penerus group nasyid ini ?

    2. Begitu pun Group nasyid REMAJA HARAPAN, sudah berapa penerus group-group yang senantisa memajukan nama REMAJA HARAPAN ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s